FB Beliau saat sekarang
aku bertanya pada jin qorin yg di dalam tubuhku....." tolong ceritakan masa kecilku , bagaimana ?"
saya sendiri tentu tidak tau cerita kisah kecil saya, atau semasa saya
dalam kandungan sampai saya di lahirkan sampai masa kanak-kanak,
pertama saya bertanya pada malaikat yang sudah ada dalam kandungan ibu
saya sejak saya masih dalam bentuk segumpal darah, ada beberapa malaikat
yang di hadiahkan rosululloh saw kepada saya, ( maaf soal saya kenapa
mendapat hadiah malaikat itu ada cerita tersendiri, cuma sayang tidak
boleh di ceritakan karena akan menimbulkan fitnah saja, tentang siapa
sebenarnya saya. yg jelas saya punya hubungan khusus dengan rosululloh,
sehingga saya di hadiahi malaikat oleh rosululloh saw tentu saja itu
menurut penjelasan malaikat itu yang di hadiahkan kepada saya, namanya
malaikat fikri, dia juga yang selama ini dari kecil saya mengajar saya.)
dari dia saya tau sejak kecil di ajari malaikat 9 di dalam tubuh dan di
jaga malaikat 17 di luar tubuh, tapi saat saya lahir saya di tinggal
mereka karena saat itu tugas di langit sangat banyak, menurut
penjelasannya, saat itu katanya banyak setan yang menyerang langit mau
mengintip soal kelahiran, sehingga para malaikat di tarik ke langit
untuk menjaga serangan.
ketika saya lahir, tanpa penjagaan
malaikat, juga saat itu di ciptakan qorin ( qorin itu jin pendamping
bagi manusia siapa saja ada jin qorinnya)
saya bertanya pada jin qorin bagaimana selama ini mereka menyertai saya.
" tolong ceritakan masa kecilku , bagaimana ?" tanyaku pada jin qorin.
" ketika kyai lahir, kami juga lahir, saat kecil kami kebingungan
karena banyak sekali jin, siluman yang mengerubuti kyai." jelasnya.
" bagaimana bisa begitu ?"
" kyai, semua alam gaib itu tau akan lahir seseorang yang beda,"
" maksudnya apa mereka tau apa yang akan terjadi pada saya di kemudian hari ?"
" tidak, bukan itu kyai, mereka tidak tau kyai akan jadi apa, mereka
hanya merasa, bahwa jin itu kalau menyentuh kyai akan jadi sakti, jadi
mereka berusaha memperebutkan, saat itu alam jin gempar, masing masing
ingin mengasuh kyai, karena mereka yakin kalau mengasuh kyai itu akan
menjadi penguasa alam gaib, jadi semuanya berebut, saat itu ada buto,
ada naga, ada ratu pantai selatan, ada nyai roro kidul dan ada raja-raja
jin dari penjuru dunia datang memperebutkan, mereka saling serang, kyai
di tarik kesana kemari, saya dan teman-teman yang di dalam, tak bisa
berbuat apa-apa, karena ilmu kami sedikit, "
" lalu apa tidak ada malaikat yang menjaga ?"
" kami tidak tau kyai, saat itu kami tidak bisa melihat bagaimana
bentuk malaikat, yang kami tau ada beberapa cahaya sebagaimana cahaya
sekarang yang meliputi kyai, mereka berpendaran mengusir jin, siluman
yang memperebutkan, tapi kadang mereka naik ke langit, dan kyai tidak
ada penjaganya, maka para jin dan raja jin dan siluman berdatangan lagi
untuk memperebutkan, saat itu yang tampil sayed ali dari kayangan yang
ada di tubuh kyai, dia menitis pada kyai saat kyai masih dalam
kandungan, tapi dia juga masih kecil sehingga dia tidak bisa berbuat
banyak, maka dia menangis, maksudnya untuk memberitahukan kepada ayah
ibu kyai kalau kyai mau di ambil oleh mahluk halus, dan di jadikan raja
di alam gaib, tapi namanya orang tua kyai kan tak mengerti jadi mereka
tidak paham dengan kejadian yang terjadi, akhirnya siang malam kyai di
ajak dia menangis terus, kadang sampai seminggu kyai menangis siang
malam tanpa henti, sampai kyai tidak punya suara lagi."
ini menurut
ayah ibuku, saya itu waktu bayi kadang tiap hari menangis sampai
kehabisan suara, di panggilkan kyai mana saja tetap saja menangis, dan
tak berhenti.
" lalu bagaimana ?" tanyaku.
" dan ketika malaikat pergi, kadang juga ada orang yang berjubah putih-putih datang menimang-nimang
kyai, mereka datang bergantian menjaga, setidaknya para jin dan siluman
itu tidak bisa mendekat, kami sebenarnya kawatir sekali kalau sampai
kyai di bawa jin dan siluman ke alam gaib, tapi rupanya Allah
berkehendak lain, dan menjaga kyai, sampai kyai sekarang."
" siapa saja auliya itu ?"
" ya kami tidak tau kyai, kan kami hanya di dalam tubuh kyai."
" sebenarnya tugas kalian di dalam itu apa ?"
" ya kami itu seperti orang yang memperbaiki onderdil, kalau ada di
dalam yang tak benar kami membetulkan, misal kami juga membantu mengolah
makanan."
" lalu menurut orang tuaku, dulu banyak orang gila yang
datang kerumah waktu aku kecil dan mereka kalau merawatku , mereka jadi
sembuh?"
" ya itu kyai... dulu waktu kecil banyak orang gila yang
datang, kan di dalam tubuh orang gila itu banyak jinnya ada jutaan,
mereka itu kalau tidak bisa membawa kyai, mereka kalau bisa menyentuh
kyai, ya kalau dalam islam itu seperti berkah, tapi kalau dalam
keyakinan para jin itu kalau menyentuh kyai akan tambah sakti, makanya
banyak orang gila berusaha menyentuh kyai, karena banyakjin di dalam
tubuh mereka. "
" ooo begitu rupanya?"
" oh ya ada seorang perempuan yang selalu ikut merawatku, yang selalu memakai kemben, "
" maksud kyai perempuan yang gaib itu, maksudnya bukan dari golongan jin?"
" ya"
" dia itu dari golongan ruh , dia itu embannya sultan agung, tapi
setelah kyai dewasa dia tak pernah datang, dia hanya menina bobokkan
kyai waktu kyai kecil, dia di perintah sultan agung mataram."
" lalu bagaimana selama kalian mengikutiku, apa kalian senang ?"
" ya senang lah kyai, karena tinggal kami sudah tinggi di tingkatan jin, kami tinggal di kayangan?"
" memangnya kalian sudah tinggal di kayangan?"
" ya walau kami itu ada di tubuh kyai, kadang kami juga pergi tak di
dalam terus, kami kadang pergi ke kayangan ke tempat tinggal kami, jin
itu kalau sudah tinggalnya di kayangan, maka tingkatannya tinggi, karena
bukan di bumi."
" ooo rupanya begitu?"
" ya, kan di sana hidup
beda dengan di bumi, di sana hidup lebih enak dan semua ada, dan mudah
tak seperti di bumi, yang semuanya serba susah dan berusaha."
" apa kalian suka menjadi qorinku."
" ya kyai, memang dulu, masa-masa mengkawatirkan saat kecil, sudah
berlalu, mereka jin itu memperebutkan kyai, karena mereka itu yakin
kalau kyai itu akan jadi raja jin, penguasa para jin semua alam ini,
jadi mereka semua berusaha menguasai kyai, tapi nyatanya kyai tak
perduli dengan sebutan itu, walau jin di mana saja itu tunduk dan taat
pada kyai, sama sekali kyai tak mengambil untung atau memanfaatkan
mereka, itu yang membuat rosululloh saw suka sekali pada kyai, dan para
auliya itu pada senang sama kyai."
" ya menurutku juga tidak ada untungnya memanfaatkan jin, karena hanya Allah tempat bertawakal."
" itu juga yang membuat jin pada tunduk sama kyai, karena kyai tak pamrih pada apa-apa."
" la apa yang mau di harapkan, jin juga tdk bisa memberi manfaat apa-apa."
" kami, para jin, sekalipun kyai tidak mengharapkan apa-apa, kami akan
suka dan merasa mendapatkan berkah jika kyai memerintah, itu pendapat
para jin, jadi kami amat ingin di perintah kyai, agar kami mendapatkan
berkah."
" tapi aku yang tak mau menyusahkan para jin."
" ya saya juga maklum kyai...tapi sekali waktu kami di perintah apa begitu agar hati kami merasa di perdulikan sama kyai."
" ya ya insa Allah, mungkin nanti akan ku perintahkan yang bermanfaat untuk sesama."
" kyai kan tau sendiri, setelah adanya kyai ini, kami , ini saya
mewakili para jin lo kyai bukan atas pendapat saya, sebagai qorinnya
kyai, jadi setelah adanya kyai, peperangan di alam jin juga berkurang,
para jin juga sekarang hidup tentram, semua salin menyayangi, "
" ya
itu kan yang kita harapkan bersama, saya juga tak merasa menguasai alam
jin atau apa, saya tetap manusia biasa, jin tunduk padaku, itu silahkan
saja, tapi saya tetap tak merasa menjadi penguasa, tak ada bedanya sama
sekali. saya manusia biasa saja.... hambanya Allah."
" ya saya
mengerti, semoga saya bisa selalu bersama kyai, oh ya kyai saya sudah
melihat tempat kyai di kayangan, tempatnya bagus sekali, di bangun oleh
semua orang kayangan, kyai di beri tempat khusus, maaf kapan kyai ke
kayangan?"
" kamu ini ada-ada saja, kalau tinggal di sana ya nanti kalau saya sudah meninggal."
" jangan jangan kyai tidak tinggal di kayangan, jadi saya tidak ketemu sama kyai."
" memangnya kenapa ?"
" kan tempat kyai tinggi sekali di langit, sampai saya saya tidak bisa melihat karena amat tingginya."
" ya kalau sudah jadi ruh kan bisa kemana saja, terserah saja Allahmemerintahkan "
" iya juga, maaf apa lagi yang mau di tanyakan sama saya ?"
" sudah kamu boleh kembali ke tubuhku."
" terimakasih kyai, saya kembali kedalam tubuh kyai , Assalamualaikum wr wb"
" waalaikum salam wr wb"
Label: kisah goib, kisah Kyai Nur, qorin