Senin, 02 Maret 2015

kisah rahasia

kadang tulisan sudah panjang ku tulis, lalu terdengar bisikan, KYAI JANGAN DI TULIS, NANTI MENIMBULKAN FITNAH, lalu ku hapus tulisan itu, memang tak semua yang kita tau harus orang lain juga tau....hanya orang tak berakal yang membicarakan semua yang di ketahui, padahal ada batasan-batasan
yang tak boleh di lewati.....mengendapkan gejolak dalam batin, mengendap sampai pada titik tak ada riak dalam telaga hati....air bening seperti lembaran kaca, bahkan air mata tak boleh menetes di atasnya, bagaimanapun harus di tahan, sekalipun perih itu sulit di ungkapkan, sekalipun belati menoreh noreh luka dari ketika aku teringat aku kau campakkan tanpa alasan sama sekali.

tetap saja waktu harus berlalu, sekalipun teman baik tak memihakku dan musuh musuh mengintipku dari celah bulu mata mereka yang di buat lentik agar tak mencurigakan dan menyembunyikan cahaya amarah dari kedipan mata.
benar sabda syaikh abdul qodir, kita ini di bumi sendirian, dan hanya kepada Allah tali tawakal kita ikatkan, hanya Allah yang tak membiarkan sendiri, kita yang harus memilih sendiri bersamaNya.
sebab jika kita melihat kepada orang-orang yang memusuhi, berjuta tombak dan pedang mereka akan dengan semangat melukai, tapi jika kita tak perduli, sebenarnya luka atau tak terluka tiada beda, karena semua orang juga pasti mat

Label:

Jumat, 13 Februari 2015

Serangan Tombak gaib beracun

Mahkota Ruhani

malam minggu silam, punggung terasa sakit setelah memimpin dzikir, aku juga tau ada tombak menancap di tubuhku, karena lelah ku biarkan saja, di samping itu susah juga mau ku cabut, karena di punggung, sampai pagi ku suruh pak Herman Mbeling mencabutnya, ee setelah di cabut beberapa hari kok tak hilang rasa sakitnya, ada malaikat datang.

" Assalamualaikum kyai....kyai tak apa-apa ?"
" waalaikum salam, tak papa.. hanya bekas tombak menancap di punggung kok tak hilang2, padahal sudah ku mintakan obat malaikat ridwan ."

" itu tombak yang juga membunuh syaikh abdullah pandeglang .itu namanya tobak iblis,.syukur kalau kyai tak papa, karena tombaknya beracun sekali.."
" ya Alhamdulillah atas pertolongan Allah, aku tak papa..."

iseng aku mandi di kamar mandi belakang, yg menyambung dengan sumur zam-zam, alhamdulillah kok rasa sakit bekas tombak jadi hilang sama sekali...Allah memang selalu memberi jalan keluar dari semua masalah, tanpa kita sangka-sangka caranya...siapa yang bertawakal pada Allah, Allah akan menanggung orang itu.

Label: , ,

Jumat, 30 Januari 2015

Kisah Gaib Kyai Nur di masa kecil dari qorin

Mahkota Ruhani

FB Beliau saat sekarang

facebook

aku bertanya pada jin qorin yg di dalam tubuhku....." tolong ceritakan masa kecilku , bagaimana ?"
saya sendiri tentu tidak tau cerita kisah kecil saya, atau semasa saya dalam kandungan sampai saya di lahirkan sampai masa kanak-kanak, pertama saya bertanya pada malaikat yang sudah ada dalam kandungan ibu saya sejak saya masih dalam bentuk segumpal darah, ada beberapa malaikat yang di hadiahkan rosululloh saw kepada saya, ( maaf soal saya kenapa mendapat hadiah malaikat itu ada cerita tersendiri, cuma sayang tidak boleh di ceritakan karena akan menimbulkan fitnah saja, tentang siapa sebenarnya saya. yg jelas saya punya hubungan khusus dengan rosululloh, sehingga saya di hadiahi malaikat oleh rosululloh saw tentu saja itu menurut penjelasan malaikat itu yang di hadiahkan kepada saya, namanya malaikat fikri, dia juga yang selama ini dari kecil saya mengajar saya.)

dari dia saya tau sejak kecil di ajari malaikat 9 di dalam tubuh dan di jaga malaikat 17 di luar tubuh, tapi saat saya lahir saya di tinggal mereka karena saat itu tugas di langit sangat banyak, menurut penjelasannya, saat itu katanya banyak setan yang menyerang langit mau mengintip soal kelahiran, sehingga para malaikat di tarik ke langit untuk menjaga serangan.

ketika saya lahir, tanpa penjagaan malaikat, juga saat itu di ciptakan qorin ( qorin itu jin pendamping bagi manusia siapa saja ada jin qorinnya)

saya bertanya pada jin qorin bagaimana selama ini mereka menyertai saya.

" tolong ceritakan masa kecilku , bagaimana ?" tanyaku pada jin qorin.
" ketika kyai lahir, kami juga lahir, saat kecil kami kebingungan karena banyak sekali jin, siluman yang mengerubuti kyai." jelasnya.
" bagaimana bisa begitu ?"
" kyai, semua alam gaib itu tau akan lahir seseorang yang beda,"
" maksudnya apa mereka tau apa yang akan terjadi pada saya di kemudian hari ?"
" tidak, bukan itu kyai, mereka tidak tau kyai akan jadi apa, mereka hanya merasa, bahwa jin itu kalau menyentuh kyai akan jadi sakti, jadi mereka berusaha memperebutkan, saat itu alam jin gempar, masing masing ingin mengasuh kyai, karena mereka yakin kalau mengasuh kyai itu akan menjadi penguasa alam gaib, jadi semuanya berebut, saat itu ada buto, ada naga, ada ratu pantai selatan, ada nyai roro kidul dan ada raja-raja jin dari penjuru dunia datang memperebutkan, mereka saling serang, kyai di tarik kesana kemari, saya dan teman-teman yang di dalam, tak bisa berbuat apa-apa, karena ilmu kami sedikit, "
" lalu apa tidak ada malaikat yang menjaga ?"
" kami tidak tau kyai, saat itu kami tidak bisa melihat bagaimana bentuk malaikat, yang kami tau ada beberapa cahaya sebagaimana cahaya sekarang yang meliputi kyai, mereka berpendaran mengusir jin, siluman yang memperebutkan, tapi kadang mereka naik ke langit, dan kyai tidak ada penjaganya, maka para jin dan raja jin dan siluman berdatangan lagi untuk memperebutkan, saat itu yang tampil sayed ali dari kayangan yang ada di tubuh kyai, dia menitis pada kyai saat kyai masih dalam kandungan, tapi dia juga masih kecil sehingga dia tidak bisa berbuat banyak, maka dia menangis, maksudnya untuk memberitahukan kepada ayah ibu kyai kalau kyai mau di ambil oleh mahluk halus, dan di jadikan raja di alam gaib, tapi namanya orang tua kyai kan tak mengerti jadi mereka tidak paham dengan kejadian yang terjadi, akhirnya siang malam kyai di ajak dia menangis terus, kadang sampai seminggu kyai menangis siang malam tanpa henti, sampai kyai tidak punya suara lagi."
ini menurut ayah ibuku, saya itu waktu bayi kadang tiap hari menangis sampai kehabisan suara, di panggilkan kyai mana saja tetap saja menangis, dan tak berhenti.

" lalu bagaimana ?" tanyaku.
" dan ketika malaikat pergi, kadang juga ada orang yang berjubah putih-putih datang menimang-nimang kyai, mereka datang bergantian menjaga, setidaknya para jin dan siluman itu tidak bisa mendekat, kami sebenarnya kawatir sekali kalau sampai kyai di bawa jin dan siluman ke alam gaib, tapi rupanya Allah berkehendak lain, dan menjaga kyai, sampai kyai sekarang."
" siapa saja auliya itu ?"
" ya kami tidak tau kyai, kan kami hanya di dalam tubuh kyai."
" sebenarnya tugas kalian di dalam itu apa ?"
" ya kami itu seperti orang yang memperbaiki onderdil, kalau ada di dalam yang tak benar kami membetulkan, misal kami juga membantu mengolah makanan."
" lalu menurut orang tuaku, dulu banyak orang gila yang datang kerumah waktu aku kecil dan mereka kalau merawatku , mereka jadi sembuh?"
" ya itu kyai... dulu waktu kecil banyak orang gila yang datang, kan di dalam tubuh orang gila itu banyak jinnya ada jutaan, mereka itu kalau tidak bisa membawa kyai, mereka kalau bisa menyentuh kyai, ya kalau dalam islam itu seperti berkah, tapi kalau dalam keyakinan para jin itu kalau menyentuh kyai akan tambah sakti, makanya banyak orang gila berusaha menyentuh kyai, karena banyakjin di dalam tubuh mereka. "
" ooo begitu rupanya?"
" oh ya ada seorang perempuan yang selalu ikut merawatku, yang selalu memakai kemben, "
" maksud kyai perempuan yang gaib itu, maksudnya bukan dari golongan jin?"
" ya"
" dia itu dari golongan ruh , dia itu embannya sultan agung, tapi setelah kyai dewasa dia tak pernah datang, dia hanya menina bobokkan kyai waktu kyai kecil, dia di perintah sultan agung mataram."

" lalu bagaimana selama kalian mengikutiku, apa kalian senang ?"
" ya senang lah kyai, karena tinggal kami sudah tinggi di tingkatan jin, kami tinggal di kayangan?"
" memangnya kalian sudah tinggal di kayangan?"
" ya walau kami itu ada di tubuh kyai, kadang kami juga pergi tak di dalam terus, kami kadang pergi ke kayangan ke tempat tinggal kami, jin itu kalau sudah tinggalnya di kayangan, maka tingkatannya tinggi, karena bukan di bumi."
" ooo rupanya begitu?"
" ya, kan di sana hidup beda dengan di bumi, di sana hidup lebih enak dan semua ada, dan mudah tak seperti di bumi, yang semuanya serba susah dan berusaha."
" apa kalian suka menjadi qorinku."
" ya kyai, memang dulu, masa-masa mengkawatirkan saat kecil, sudah berlalu, mereka jin itu memperebutkan kyai, karena mereka itu yakin kalau kyai itu akan jadi raja jin, penguasa para jin semua alam ini, jadi mereka semua berusaha menguasai kyai, tapi nyatanya kyai tak perduli dengan sebutan itu, walau jin di mana saja itu tunduk dan taat pada kyai, sama sekali kyai tak mengambil untung atau memanfaatkan mereka, itu yang membuat rosululloh saw suka sekali pada kyai, dan para auliya itu pada senang sama kyai."

" ya menurutku juga tidak ada untungnya memanfaatkan jin, karena hanya Allah tempat bertawakal."
" itu juga yang membuat jin pada tunduk sama kyai, karena kyai tak pamrih pada apa-apa."
" la apa yang mau di harapkan, jin juga tdk bisa memberi manfaat apa-apa."
" kami, para jin, sekalipun kyai tidak mengharapkan apa-apa, kami akan suka dan merasa mendapatkan berkah jika kyai memerintah, itu pendapat para jin, jadi kami amat ingin di perintah kyai, agar kami mendapatkan berkah."
" tapi aku yang tak mau menyusahkan para jin."
" ya saya juga maklum kyai...tapi sekali waktu kami di perintah apa begitu agar hati kami merasa di perdulikan sama kyai."
" ya ya insa Allah, mungkin nanti akan ku perintahkan yang bermanfaat untuk sesama."
" kyai kan tau sendiri, setelah adanya kyai ini, kami , ini saya mewakili para jin lo kyai bukan atas pendapat saya, sebagai qorinnya kyai, jadi setelah adanya kyai, peperangan di alam jin juga berkurang, para jin juga sekarang hidup tentram, semua salin menyayangi, "
" ya itu kan yang kita harapkan bersama, saya juga tak merasa menguasai alam jin atau apa, saya tetap manusia biasa, jin tunduk padaku, itu silahkan saja, tapi saya tetap tak merasa menjadi penguasa, tak ada bedanya sama sekali. saya manusia biasa saja.... hambanya Allah."

" ya saya mengerti, semoga saya bisa selalu bersama kyai, oh ya kyai saya sudah melihat tempat kyai di kayangan, tempatnya bagus sekali, di bangun oleh semua orang kayangan, kyai di beri tempat khusus, maaf kapan kyai ke kayangan?"
" kamu ini ada-ada saja, kalau tinggal di sana ya nanti kalau saya sudah meninggal."
" jangan jangan kyai tidak tinggal di kayangan, jadi saya tidak ketemu sama kyai."
" memangnya kenapa ?"
" kan tempat kyai tinggi sekali di langit, sampai saya saya tidak bisa melihat karena amat tingginya."
" ya kalau sudah jadi ruh kan bisa kemana saja, terserah saja Allahmemerintahkan "

" iya juga, maaf apa lagi yang mau di tanyakan sama saya ?"
" sudah kamu boleh kembali ke tubuhku."
" terimakasih kyai, saya kembali kedalam tubuh kyai , Assalamualaikum wr wb"
" waalaikum salam wr wb"

Label: , ,

Senin, 26 Januari 2015

Kisah Kyai Nur ketika mondok di pesantren

ngaji laku thoreqoh itu bukan mempelajari teori, tapi laku LAKU, LELAKU, kalau lagi ngaji teori itu namanya berteori, lalu dapat ilmunya dari mana ? ilmunya dari ilham, jadi waktu mengaji itu memperbanyak beramal, memperbanyak taubat, tau kan imam ghozali, atau ibnu atto'illah, itu beliau imam ghozali menulis ikhya' itu dari ilham, juga ibnu atto'illah itu dari ilham bukan dari berteori.

saya dulu mesantren thoreqoh, kalau malam dzikir, sampai pagi, kalau kadang dzikirnya di ganti kerja membangun majlis thoreqoh, maksudnya apa? maksudnya nanti majlis itu akan di pakai dzikir dan saya akan memetik hasilnya nanti setelah saya pulang, jadi kalau tdk kerja saya dzikir malam sampai pagi subuh, setelah sholat subuh , saya tidur, sampai jam 9 bangun lalu bekerja membangun majlis, sampai sore, setelah asar masak untuk buka puasa, kalau tdk ada kayu saya ke hutan dulu cari kayu, lalu pulang dan masak, memasakkan santri, maksud saya memasakkan santri agar mereka yg dzikir saya dapat bagiannya, mereka puasa saya dapat pahala dobel puasa sendiri dan pahala puasa teman santri saya, karena saya yakin apa yang saya lakukan itu akan memetik hasil ketika saya di rumah nanti,

belajar ikhlas, kita yang masakkan kita yang beli apa saja keperluan masak, ya ndak papa di anggap saya tukang masak, kadang malah kalau masakan keasinan saya di komplain, atau masakan saya kurang matang atau masakan saya matangnya lama saya di komplain, bahkan kalau saur, saya masak di dapur sendirian, malam-malam, klutak klutik sendiri, lalu setelah matang saya bangunkan santri, satu satu saya bangunkan dengan sabar, kadang sudah di bangunkan harus saya ulang 3 kali, karena susah bangunnya, saya berpikir, dalam hati, ndak papa, sekarang saya sengsara, insaAllah apa yang saya lakukan akan memetik hasilnya nanti.

Label:

Rabu, 21 Januari 2015

Kyai Nur dan malaikat di masa kanak kanak

“Diantara mereka ber – tajassud kepadaku di bumi, yang lainnya ber – tajassud di udara. Diantara mereka ber – tajassud di manapun aku berada, yang lainya ber – tajassud di langit. Mereka mengajarku dan akupun mengajarinya. Namun keberadaanku tidak sama. Aku tetap di dalam entitasku. Mereka tidak tetap dalam entitasnya. Mereka menjelmakan diri dalam berbagai bentuk. Seperti air yang masuk di dalam cangkir yang berwarna”. (Ibnu Arabi, Futuhat al-Makiyah, Juz 1 h 735).

untuk orang awam yang bukan orang di pilih oleh Allah Untuk berguru kepada para penghuni alam-alam tersebut, pe­ngenalan mendalam mengenai alam-alam itu perlu dilakukan. Selain mengenal berbagai alam, manusia sepatutnya nya mengenal dirinya sendiri dulu secara mendalam. Setelah mengenal alam-alam spiritual dan rahasia besar yang ada di dalam diri manusia, langkah berikutnya berupa mendekatkan diri kepada Allah.
Diperlukan mursyid* untuk membimbing kita dan seorang yang mulai memasuki pencarian spiritual menempuh jalan khusus, itulah yang disebut murid atau salik. (*Mursyid adalah guru spiritual yang mewakili Nabi Muhammad SAW, yang beliau itulah (Nabi SAW) yang mampu mengarahkan setiap manusia yang melakukan perjalanan spiritual sehingga tetap dalam jalan yang lurus yang diridloi Allah SWT).
Kemudian, para murid itu akan menjalani berbaga ritual (riyadhah) secara konsisteni sampai mereka menembus berbagai lapis alam dan menyingkap beragam hijab rahasia. Murid yang berhasil menembus batas dan menyingkap tabir disebut mukasyafah, yakni prestasi spiritual (*suatu maqom/tingkat awal) yang berhasil dicapai orang-orang yang terpilih oleh Allah.

sepengalamanku sendiri, sejak kecil saya itu sebelum lahir sudah ada malaikat yang menjagaku saat saya masih dalam kandungan, kok tau kan belum lahir ? ya taunya sekarang, malaikatnya saya panggil yang jaga waktu saya masih dalam kandungan, ada 9 malaikat yang di berikan rosululloh saw menjaga dan mengajariku, yang menjaga ada 17 yang mengajari ada 9, setelah saya mulai lahir, mereka mengajariku bergantian, saat aku kecil mereka yang 9 sering mengajakku ke alam langit, terbang mengenal alam langit, ya kalau di bumi, jasadku dalam keadaan mata terbeliak, tidak sadar sehingga mengkawatirkan orang tuaku, dan berusaha menyembuhkanku dengan memanggil banyak kyai, tapi semuanya sia-sia, aku tetap dengan mata terbeliak tak sadar, tapi bernafas biasa, sementara ruhku berjalan di alam langit,

mulai menginjak kelas dasar, gantian jika malaikat yang mengajariku pergi, maka gantian para auliya mengajariku bergantian, ada mbah dalhar watu congol, ada mbah mangli magelang, ada mbah hamid pasuruhan, sementara waktu kecil itu ya saya tidak tau nama nama mereka dan tak kenal mereka, cuma saat itu saya tidak boleh menceritakan pengalaman yang ku alami pada siapa saja, ketika remaja, nabi khaidir as datang mengajariku, sehingga saya bisa membaca kitab kuning tanpa belajar, sama saat itu saya tidak tau soal nabi khaidir itu siapa, dia hanya mengatakan kalau namanya khaidir, lalu meningkat banyak sekali orang silih berganti mengajariku, saya sudah tak sempat berfikir lagi siapa saja mereka, sampai sekarang.

Label: , ,

cita2 Kyai Nur

ketahuilah, apa yang ku inginkan sebenarnya pada muridku? aku menginginkan muridku itu tak cuma sukses di akherat, jika di akherat, insaAllah aku akan menjaga muridku jangan sampai di siksa, kalau di dunia rasanya aku tak rela jika muridku susah ekonominya, aku ingin mempunyai murid semua menjadi kaya raya, dan TQNS terkenal menjadi thoreqohnya orang kaya. karena semua muridnya kaya-kaya... tapi istiqomah beribadah, dan rajin menyedekahkan rizqinya untuk fakir miskin, semuanya tangannya di atas, tak ada tangannya yang di bawah.

nanti orang akan mengatakan, oh TQNS itu thoreqohnya orang kaya.

Label:

Selasa, 20 Januari 2015

kisah jin pindah rumah

Ada jin, ngikutiku dari belakang dua hari yg lalu,
"Ada apa mengikutiku terus?" Tanyaku.
" itu pak kyai, rumah saya kebonkar." Jawabnya
" la memangnya kamu tinggal di mana?"
" saya di tiang depan majlis yang kyai bonkar."
" la kan biar bagus, kamu tinggal pindah saja."
" pindahnya itu yg repot kyai.."
" repot bagaimana, apa barang pecah belahmu banyak?"
" iya kyai.., kalau pindah kan kami boyongan.."
" aneh aneh saja.... masak masalah pindah harus aku yang nguusi?"
" kami pindah kemana kyai.."
" ke laut kan bisa..."
" kami ingin selalu dekat kyai,,,, makanya kami tinggal di tiang di depan majlis itu."
" ya sudah pindah ke genteng kan bisa,"
" boleh kami pindah ke genteng kyai?"
" boleh.... sana pindah..."
" terimakasih kyai...."
" ya "
" tapi nanti jangan di gusur lagi kyai."
" wah itu ndak jamin, kalau nanti rumahnya mau di bangun kan tetap saja di gusur."
" ya sudah kalau bgt, saya pamit, mau pindahan ke genteng."

Label: , ,

Kisah Lucu Kyai Nur di Saudi Arabia

Saya dulu pernah kerja di saudi di sebuah pabrik semen, tiap pagi habis subuh, sudah kebiasaan saya kalau malam melek sampai pagi, dan kalau habis subuh baru tidur, nah itu jam 7 harus berangkat kerja, biasanya bangun kesiangan, dan kesiangan, pontang panting pakai seragam kerja, pakai sepatu, padahal selama di indonesia itu saya ndak pernah pakai sepatu, dulu wkt sekolah SD saja sepatu dr rumah di tenteng, nanti kalau mau dekat sekolah baru di pakai, kalau pulang di lepas lagi, soale maklum kaki saya itu gak cocok pakai sepatu, kalau pakai sepatu pasti pada lecet, maklum kaki orang desa,

Nah di saudi itu kerja harus pakai sepatu, wah tersiksa lagi, pernah aku pakai sendal dan tak pakai sepatu, di tegur sama manager safety, dan besoknya habis negur aku, manager itu kecelakaan, sampai lehernya di giv.

Nah bangun dan kesiangan, pontang panting pakai baju seragam, pakai sepatu herannya seringnya kebalik pakai sepatunya, yg kiri di kanan yg kanan di kiri, dan kalau gak kebalik ya seringnya kaki keseleo karena jan kaki kok ya gak mau di sepatui, entah berapa kali keselo gara gara sepatu, juga pakai seragam kancingnya seringnya singsal atas bawah gak karuan, ah benar benar rasanya kok ya susah sekali jadi pekerja.
AH ITU BUKAN DUNIAKU,

Label: , ,

Senin, 19 Januari 2015

Kyai Nur di tusuk keris beracun

biasanya banyak santet yang mengenaiku tak ku perdulikan, tapi tadi subuh pas ngimami jamaah, ada tusukan keris di dada, rasanya lumayan sakit, ku tahan sampai sholat dan dzikir selesai, sakitnya mulai menjalar ke tangan karena kerisnya beracun, dan tangan mulai kaku, setelah dzikir langsung ku tarik sukma orang yang menyantetku ku masukkan mediator.

" siapa kamu ?" tanyaku setelah sukma dukun masuk ke mediator.
" tak perlu tau, apa perdulimu.?" jawabnya sok.
" bukan begitu, saya hanya mau tau kenapa kamu menusuk dadaku dengan keris ?"
" terserah aku."
" memangnya kamu mau di tusuk pakai keris?"
" tak mau"
" kenapa kamu menusukku pakai keris ?"
" karena aku dendam"
" dendam kenapa pada apa ?"
" ya padamu ?"
" kenapa dendam padaku ?"
" karena kamu telah mencelakakan muridku?"
" siapa ?"
" para dukun santet"
" ooo pasti mereka menyerangku sehingga jadi begitu"
" tapi kamu telah mencelakakannya."
" ya aku tak pernah memusuhi siapapun, jika mereka menyerangku, sebenarnya aku juga diam saja, tapi Allah kan tidak diam, tak pernah tidur."
" siapa Allah ?"
" memangnya kamu tak kenal Allah tuhan sekalian alam, apa yang kamu sembah ?"
" aku menyembah tuhan yesus."
" tuhan yesus yang mana ?"
" tuhan yesus ya tuhan yesus."
" yang di salib itu ?
" ya"
lalu ku seret yang ada di salib ke taruh di depannya.
" ini yang kamu maksud tuhan yesus ?"
dia membuka matanya melihat ke arah yg ku tunjuk.
"tidak."
" tidak bagaimana ?"
" kenapa hitam jelek seperti itu ?"
" ya memang kenyataannya seperti itu, kamu tanya saja."
lalu dia berdialog dengan jin fasik yang dia anggap tuhan itu.
" ah kenapa tetap tetap saja aku menyembah iblis."
" ya kenyataannya begitu.."
" suruh saja dia pergi."
" kamu mau di tusuk sepertiku ini ?"
" tdk mau.."
" lalu kenapa kalau tak mau, kamu menusukku ?"
" terserah aku, itu keris-kerisku sendiri."
" kamu tau siapa yang kamu hadapi ?"
" tidak."
" coba buka matamu, lihat aku.."
dia mencoba membuka matanya tapi tak jadi.
" silau."
" biar ku bantu buka matamu..." ku jentikkan jari dan matanya tak bisa tak terbuka.
" aduuuh. mataku terbakar." jeritnya.
" melihatku saja kamu tak mampu, bagaimana kamu berani menyerangku>"
" karena muridku kamu celakakan....dan istrinya pada datang padaku meminta bantuan."
" oo begitu... yang kamu pakai nusuk aku itu keris, keris siapa?"
" ya kerisku, warisan leluhurku."
" heheheh itu warisan leluhurmu, menurutmu kerismu itu lebih taat pada siapa? padamu atau padaku ?"
" ya jelas padaku."
" coba... keris yang di pakai menusukku, kamu ku perintahkan tusuk orang ini."
" aduuuh.... kenapa dia menusuk diriku sendiri, danmenancap. aduh bagaimana ini.."
" nah itu kan kerismu sendiri, seharusnya lebih taat padamu, kenapa menusukmu, coba kalau dia taat padamu, coba kerismu itu cabut dari dadamu, bisa gak?"
dia berusaha mencabut keris yang menancap di dada kirinya tapi tak bisa.
dan tangan kirinya mulai kejang karena racun yang mulai menjalar. berulang kali dia berusaha mencabut keris yang menancap, tapi tetap tak bisa.
" coba keluarkan semua kesaktianmu, dan cabut kerismu itu kalau bisa."
tetap saja dia tak bisa.
" nah bagaimana taatan dia padamu atau padaku ?"
" ya ya... tapi ini tolong saya, tanganku sudah kejang ini"
" itu sama dengan yang ku rasakan, makanya jangan menusuk orang lain, di coba dulu kamu tusuk diri sendiri, kalau enak bisa kamu tusuk orang lain. ada berapa orang yang pernah kamu bunuh ?"
" sudah tak terhitung.."
" kalau begitu semua ilmumu ku lucuti."
" jangan... ini tolong saya, kerisnya di cabut."
" itu kerismu sendiri, bagaimana kamu tak perintahkan saja dia keluar dari tubuhmu, taubat nanti keris itu akan lepas sendiri."
" sebenarnya kamu itu siapa ?"
" aku? aku orang biasa, aku hanya anak muda saja..yang tak punya apa-apa..."
" tapi kenapa bisa memerintahkan kerisku ?"
" aku juga tak tau kerismu kok mau ku perintah."
" aaah... ini tolong di lepaskan, aku kesakitan."
" itu kan kerismu sendiri...kenapa minta aku yang melepaskan, kamu sebenarnya orang mana ?"
" saya orang kalimantan."
" ya sudah ku kembalikan ke asalmu."

Label: , ,

Kyai Nur dan para Wali ALLOH

Ada ruh auliya sebanyak 800an ribu yang selalu ikut berjamaah denganku, kadang satu demi satu berbicara denganku, tapi kenapa mereka selalu menangis jika berbicara denganku?
Seperti syaikh qorotul ain, beliau menangis ersedu sedu..dan mengatakan, kyai kamu sendirian, ... ulama ulama pada mementingkan nafsunya, kamu berjuang sendirian, jangan bimbang, jangan sedih, jangan susah, kami semua ada di belakangmu, menjaga kanan kirimu depan belakang... jangan mundur, bawa agama ini sebagaimana rosululloh membawa pertama kali.

Ada habib sholeh bangil beliau juga menangis sampai tubuhnya terguncang2...
Ada imam maturidi, ada imam tirmidzi.... dan ada rombongan dari hadraumaut.

Tapi berbicara dengan auliya itu selalu bagiku sendiri menyejukkan hati, menambah wawasan dan keilmuan....

Label: ,

Minggu, 18 Januari 2015

kisah gaib Kyai Nur Jadi gelandangan

“Allah jualah yang menyempit dan yang meluaskan (pemberian rezeki) dan kepadaNyalah kamu semua dikembalikan” (Surah al-Baqarah, ayat 245).

“……dan tiada satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya” (Surah Hud, ayat 6).

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. ” (QS. Ath Thalaaq[65]:3)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al Anfaal[8]

pada tahun sekitar 1989, saat itu umur saya 15 tahun, ada tarikan dari diri saya untuk meninggalkan dunia ini, sekolah saya tinggalkan, saat itu saya di pesantren, karena sejak keluar SD saya di masukkan pesantren, dan saya baru kelas 6 di ibtida'iyah pesantren, saya tinggalkan bangku sekolah dan saya tinggalkan pesantren, dan hidup menggelandang, menjadi orang gila, melepas keegoan saya, melepas saya ingin di hormati, saya muak dengan prilaku pesantren yang di dalamnya ada cenderung persaingan, bahkan sabun atau baju bagus juga persaingan, saya memilih meninggalkannya, menurut saya itu tak bagus untuk mendidik saya menjadi jiwa yang mandiri, karena masih mengharapkan kiriman orang tua, dengan jalan sendiri tanpa bekal saya jalan kemana saja tanpa arah yang pasti, saya hanya ingin bertawakal pada Allah, tarikan untuk meninggalkan kesenangan dunia begitu kuat, dan saya tak kuat menahannya untuk menghindari tarikan itu.

sejak saat itu saya menjadi orang gila, yang tidur di emperan toko, di pasar, di terminal, di setasiun, di kuburan, jelas saat itu saya masih kecil, dan kurus kering, tapi tekad di dada saya begitu kuat, sehingga saya tetapkan berserah diri pada Allah.

kadang saya setahun sadar, lalu pulang, di rumah tak sampai 1 minggu lantas pergi lagi, jelas ayah ibu saya menangis karena melihat keadaan saya seperti itu, hitam legam, kusut, kotor, dekil, tak terurus, dan mereka selalu menangisi, nanti saya akan jadi apa kalau seperti itu, umumnya anak remaja itu mengejar prestasi, seklah yang benar, belajar yang benar, sementara saya malah meninggalkan semua, anak yang tak punya masa depan.

ya begitulah keadaan lahiriyah saya, tanpa sepengatuhan siapa saja, para auliya mengajar saya di mana saya berada, ada 9 malaikat yang selalu saya ajak dialog, dan ada 17 malaikat yang menjaga saya mengelilingi, dan saya tak pernah sekalipun kelaparan, selalu dalam tanggungan Allah, saat itu tiap hari dapat uang saku 20 ribu, makan 2x, dan rokok gudang garam 16 1 bungkus, itu yang saya alami selama menjalani laku tawakal, soal bagaimana caranya Allah memberikan tanggungan itu jelas tiap hari selalu beda ceritanya, kalau di ceritakan akan setahun saya mengetik juga tak akan selesai kisahnya, karena banyak beragamnya.

yang jelas orang yang takut kelaparan itu sangat lucu, bagi saya kalau Allah menanggung maka tak ada namanya kekurangan, karena Allah itu maha kaya, orang kelaparan, kekurangan, kesempitan, karena menanggungkan segala sesuatu pada selain Allah, bukan bertawakal pada Allah, malah bertawakal pada selain Allah.

dan jika kamu mengatakan SAYA BERTAWAKAL , setiap pengakuan itu harus di uji, ujilah dirimu tinggalkan semuanya, dan bertawakal pada Allah, kalau kamu tak berani, itu menunjukkan kamu belum menjadi orang yang bertawakal pada Allah, tapi masih bertawakal pada benda, uang, pangkat, keluarga, saudara, dll
9 jam · Teman

Label: , , ,