Selasa, 24 Februari 2015

penyebab tidak punya kedudukan di sisi Alloh

Yang menjadikanmu tdk punya derajad sekecil atom di belah jadi setrilyun di sisi Allah adalah km selalu merasa suci dan orang lain itu tidak suci. Sehingga kamu selalu merasa apa yang di lakukan orang lain itu riya, sombong, ujub, hatimu di penuhi prasangka buruk pada orang lain, dan padamu sendiri selalu berprasangka baik, sehingga sejahat apapun yg kamu lakukan kamu menyangka baik dan benar.

Label:

Sabtu, 10 Januari 2015

tausiyah yang Indah

Allah Subhanahu Wata’ala dalam hadist qudsi berfirman”Barang siapa di pagi hari gantinya serakah kepada dunia, maka ia tidak akan mendapat apa – apa kecuali bertambah jauh dari Allah. Dan terhadap dunia akan bertambah payah. dan terhadap akhirat akan bertambah berat. Wahai anak adam jika engkau tidak berqona’ah terhadap rizkimu, maka Allah akan menempatkan dalam hatimu angan-angan yang tidak akan putus selamanya, dan Allah akan memberi kerepotan yang tidak ada kelonggaran selamanya, . Wahai anak Adam setiap hari mata hari terbit dari tempatnya dan mengurangi umurmu, dan engkau tidak menyadari. Dan disempurnakan setiap hari akan rizkimu akan tetapi engkau tidak memuji Allah, dan bagaimana engkau tidak Qona’ah dengan sesuatu yang sedikit, dan dengan yang banyak engkau tidak pernah kenyang. Wahai anak adam, tidak ada seharipun kecuali akan datang kepadamu Rizki dariku, dan tidak ada suatu malampun kecuali datang kepadaKu Malaikat yang mulia dengan membawa amalmu yang buruk. Engkau memakan rizki dariku dan engkau berma’siyat kepadaKu. Dan engkau berdo’a kepadaKudan aku kabulkan do’amu. KebaikanKu selalu turun kepadamu, dan keburukanmu selalu naik kepadaKu. Maka sebaik-baik Tuan adalah AKU (ALLAH) dan seburuk buruk hamba adalah engkau. Aku malu kepada engkau dan engkau tidak malu kepadaKu. Engkau melupakanKu dan malah ingat selainKu. Engkau takut kepada manusia, dan engkau merasa aman dari siksaKu.
7 Januari pukul 21:24 · Teman

Label:

Rabu, 07 Januari 2015

tausiyah Kyai

Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman Wahai Anak Adam, Syaithon adalah musuh yang nyata bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh. Dan ketahuilah akan suatu hari dimana engkau semua akan dikumpulkan oleh Allah secara berkelompok. dan engkau berkumpul di hadapanNya secara ber- shaf-shaf. dan engkau membaca catatan amalmu huruf demi huruf. dan engkau akan ditanya tentang apa yang engkau lakukan secara tersembunyi dan terbuka. Pada hari itu (hari kiyamah) orang-orang bertaqwa akan digiring masuk ke surga. demikian pula orang durhaka akan digiring ke neraka jahanam maka cukup bagimu pada hari itu akan kebenaran janji Allah dan ancamanNya. Sesungguhnya inilah Aku Allah tidak ada sesuatupun yang menyerupaiKu dan tidak ada seorangpun yang kekuasaanya seperti kekuasaanKu. Barang siapa yang memejamkan matanya dari yang Aku larang maka akan Aku beri keamanan dia dari Api nerakaKu. Maka sesungguhnya Akulah Robb maka kenalilah Aku. dan Akulah pemberi nikmat maka bersyukurlah kepadaKu. dan Akulah yang menjaga, maka mintalah penjagaan dariKu. dan Akulah Yang Maha penolong maka mintalah pertolongan kepadaKu. Dan Akulah yang dituju, maka menujulah kepadaKu. dan Akulah pemberi, maka mintalah kalian kepadaKu. Dan Akulah yang di sembah maka menyembahlah kalian kepadaKu. dan Akulah yang mengetahui segala rahasia, maka takutlah kamu sekalian kepadaKu.
Alah Tabaroka wata’ala berfirman “Allah bersaksi sesungguhnya tidak ada sesenbahan selain Dia demikian pula malaikat dan ahli ilmi ikut bersaksi . Tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Agung, dan Maha bijaksana. Sesungguhnya agama yang benar bagi Allah adalah agama Islam . Barang siapa yang mencari agama selain agama Islam maka tidak akan diterima dan kelak di akhirat akan tergolong sebagai orang yang merugi. Maka tidaklah setiap orang yang muhsin (baik) akan masuk surga. dan sesungguhnya segala sesuatu akan binasa dan Aku yang membinasakannya apabila mereka bermaksiyat kepadaKu. Barang siapa yang putus asa dari rahmatKu maka akan Aku binasakan. , Barang siapa mengerti kebenaran kemudian mengikutinya maka ia akan memperoleh keamanan. Barang siapa melihat kebathilan kemudian ia takut untuk melaksanakannya maka akan selamatlah ia. Barang siapa mengenal Allah kemudian mentaatinya maka akan selamatlah ia. Barang siapa mengenal Syaithon kemudian meninggalkannya maka ia akan selamat. Barang siapa mengenal dunia kemudian ia berhati-hati terhadapnya maka selamatlah ia. barang siapa mengenal akhirat kemudian mencarinya maka akan sampailah ia kepadanya. Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepad orang yang dikehendakinya, dan kepadanyalah semua amal diterima. Wahai anak Adam manakala Allah telah menanggung rizkimu, maka kesedihanmu terhadapnya (rizki) adalah sesuatu yang berlebihan. dan Manakala pahala itu dari Allah maka sesungguhnya bagaimana masih ada sifat kikir. Manakalah Iblis itu adalah musuh Allah meka mengapakah mentaatinya ? dan manakala segala yang terjadi itu dengan kepastianku dan takdirku, maka mengapakah mengkhawatirkan diri ? Maka janganlah berputus asa terhadap apa – apa yang hilang darimu, dan janganlah terlalu gembira terhadap apa yang kamu dapatkan karena sesungguhnya Allah tidak suka terhadap orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Label:

tausiya Kyai

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman, Wahai sekalian manusia, mengapakah engkau sangat mencintai dunia yang fana dan keni’matannya mudahlah sirna. dan kehidupan dunia pasti akan terputus (dengan kematian) dan dosa dunia akan tetap membekas pada dirimu dan di sisiKu bagi orang yang ta’at adalah surga dengan delapan pintunya. Pada setiap surga terdapat tuju puluh ribu buah taman dari za’faroon, pada setiap taman terdapat tuju puluh ribu kota yang terbuat dari yaquut , pada setiap kota terdapat tuju puluh istana dari yaquut pada setiap istana terdapat tuju puluh ribu pedesaan dari zabarjud, dan di setiap pedesaannya terdapat tuju puluh ribu rumah dari emas. Pada setiap rumah terdapat 70 ribu tempat hidangan dan pada setiap tempat hidangannya terdapat 70 ribu makanan. Dan bagi siapa saja yang masuk ke dalam tempat hidangan maka disediakan baginya 70 ribu tempat tidur dari emas merah, dan pada sertiap kamar tidurnya terdapat 70 ribu kasur dari sutera, dan bagi yang masuk kamar tidur, maka disediakan baginya 7 buah telaga dari air kehidupan ma’ul hayyat , dan air susu dan khamar, dan madu yang murni. dan pada setiap telaga ada 70 ribu tenda dan di setiap tenda terdapat 70 ribu tempat tidur , pada setiap tempat tidur terdapat 70 ribu bidadari. Dan pada setiap atap istana di surga terdapat seribu Qubbah dari kafuur dan pada setiap qubbahnya terdapat seribu hadiah dari Arrahman / Allah yang Maha Pengasih. Dan di Surga terdapat sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terdengar keindahannya oleh telinga manusia, dan belum pernah terlintas di dalam hati manusia, dan terdapat daging burung yang yangat digemari, dan di sana terdapat bidadari yang laksana intan mutiara, sebagai imbalan atas amal perbuatan mereka (orang yang ta’at kepada Allah). Di Surga mereka tiada akan pernah mati dan tiada akan pernah menjadi tua , dan tidak mengalami ketakutan , dan tidak pula mengalami kesedihan. Mereka tidak akan pernah menangis(karena kesedihan), dan tidak a merasakan kepayahan dan tidak merasakan sakit, dan tiada menderita. Maka barang siapa yang mencari ridhoKu, dan menginginkan kemuliaanku, maka hendaklah kamu sekalian mendekat kepadaKu dengan sungguh-sungguh dan meremehkan dunia, dan qona’ah dengan yang sedikit dari rizki.
Allah Tabaroka Wata’ala berfirman, ” Wahai orang-orang yang beriman, Taqwalah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan jangan sekali-kali kamu meninggal kecuali dalam keadaan Muslim. dan ketahuilah sesungguhnya amal tanpa didasari ilmu adalah seperti pohon yang tiada berbuah. Dan perumpamaan ilmu tanpa amal adalah seperti orang menanam tanaman di tempat yang tandus. Dan perumpamaan ilmu bagi orang yang bodoh adalah seperti intan dan mutiara pada hewan. Dan perumpamaan hati yang keras adalah seperti batu yang berada di adalam air. Dan perumpamaan nasihat yang baik ( mau’idhoh hasanan ) bagi orang yang tidak suka kepadanya, adalah seperti makanan dan minuman bagi ahli kubur (sia-sia saja tidak ada gunanya). Dan perumpamaan sedekah dengan harta yang haram adalah laksana mencuci kotoran dengan air kencing, (tentu saja tidak semakin bersih bahkan bertambah kotor). Dan perumpamaan sholat tanpa mau berzakat adalah seperti jasad yang tidak bernyawa. dan perumpamaan amal tanpa taubat, adalah laksana bangunan yang tanpa pondasi (pondasi amal adalah taubat kepada Allah SWT). Maka tidak merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.
14 jam · Teman

Label:

Tausiyah Kyai

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman, “Wahai anak Adam, harta benda adalah milikKu dan engkau adalah hambaku. dan tidak ada harta bagi kamu kecuali apa yang engkau makan dan tidak tersisa Atau apa yang engkau pakai lalu engkau menjadikannya lusuh. Atau apa yang engkau sedekahkan maka engkau menjadikannya abadi (mendapatkan pahala dari Allah SWT). Apabila engkau simpan harta itu maka bagianmu adalah mendapat murka dari Tuhanmu. Wahai anak Adam sesungguhnya engkau terdiri dari tiga bagian. Yang sebagian untukKu, yang sebagian untukmu dan yang sebagian antara Aku dan engkau. Adapun yang milikKu adalah ruh-mu, adapun yang sebagian milikmu adalah amalmu, adapun yang sebagian antara Aku dan engkau adalah do’a yang engkau panjatkan dan Aku yang mengabulkan. Wahai anak Adam, apabila terjadi Umaro’ / pemimpin pemerintahan masuk neraka disebabkan karena sering memaksa dan sombong terhadap makhlukKu, dan orang awam karena sebab ma’siyat, dan ulama’ masuk neraka sebab Hasud / dengki, dan orang fakir dengan lupa (kepadaKu) , dan pedagang dengan berkhiyanah, dan ahli ibadah dengan riya’, dan orang kaya dengan sombong dan menahan zakat, dan fuqoro’ dengan bohong, maka siapa lagi yang akan mencari surga ?
Allah Tabaroka Wata’ala berfirman, “Wahai anak Adam, keluarkan kecintaan dunia dari hatimu maka sesungguhnya Aku tidak mengumpulkan kecintaan kepadaKu dengan kecintaan terhadap dunia ke dalam hati yang satu selamanya. Wahai anak Adam, luangkan waktu untuk mengingatKu (berdzikir kepadaKu) maka aku akan menyebut namamu (mengingatmu diantara para MalaikatKu. Wahai anak Adam sampai kapan engkau mengucapkan kalimat Allah Allah dan di dalam hatimu penuh kesibukan dan ciat-citamu kepada selain Allah, dan sungguh engkau telah takut kepada sesuatu selain Allah. Maka mintalah ampun kepada Allah janganlah terjerumus terus menerus (ke dalam dosa). Karena sesungguhnya istighfar disertai terus menerus berbuat dosa adalah taubatnya para pembohong. Dan sesungguhnya Tuhanmu sekali-kali tidak menganiaya terhadap hambanya.
Allah Azza Wajalla berfirman, “ajalmu menertawakanmu atas panjangnya angan-anganmu. dan Qadha / takdirku menertawakanmu akan ketakutanmu. dan takdirKu menertawakanmu atas usaha kerasmu. Dan pembagianKu menertawakanmu akan keserakahanmu . Maka sedangkanlah apa yang kau cari dan berserahlah terhadap QadhaKu, dan takdirKu, dan pembagianKu, karena sesungguhnya rizkumu telah ditimbang dan di takar. Maka bersegeralah melakukan amal untuk akhiratmu, dan ketahuilah sesungguhnya rizkimu di dunia tidak akan dimakan oleh selainmu. Sesungguhnya Kami telah membagi diantara mereka tentang penghidupan mereka di dunia. dan kami angkat sebagian dari mereka atas yang lain beberapa derajat. Wahai anak Adam sesungguhnya maut pasti akan datang kepadamu meskipun engkau membencinya. maka bersabarlah terhadap hukum Tuhanmu karena sesungguhnya engkau akan dibangkitkan. Dan bertasbihlah (sucikanlah nama Tuhanmu) dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun pagi. Dan dari sebagiian malam pujilah Tuuhanmu, Wahaai anak Adam, engkau menghendaki dan Aku menghendaki. dan tidak ada sesuatu yang wujud kecuali apa yang aku kehendaki. Wahai sekalian manusia, barang siapa yang menginginkanKu sesunggguhnya ia mengetahui siapa Aku. Dan baarang siapa yang mengetahui Aku maka pasti ia menginginkanKu. Dan barang siapa yang menginginkanKu maka pasti ia akan mencariKu. Dan barang siapa yang mencariKu pasti akan menemukanKu. Dan barang siapa yang menemukanKu pasti ia akan mengingatKu dan tidak melupakanKu. Dan barang siapa yang mengingatKu dan tidak melupakanKu, maka Aku akan mengingatnya dan tidak melupakannya. . Wahai anak Adam sesungguhnya engkau tidak dapat mengikhlaskan amalmu sebelum engkau merasakan empat perkara. Mautu ahmar-mati merah, maautu abyadh-maati putih, mautu ashfar-mati kuning, mautu aswad-mati hitam). Adapun mati merah adalah beban hidupmu yang berat yang harus engkau jalani. Dan mati putih adalah lamanya engkau mambisu atau diam. Adapun mati kuning adalah lamanya engkau mengambil i’tibar atau pelajaran . Adapun mati hitam adalah usahamu melawan hawa nafsu . Sesungguhnya orang-orang yang tersesat dari jalan Allah maka bagi mereka adzab yang pedih sebab mereka lupa akan hari perhitungan.

Label:

tausiyah Kyai

Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Hai Manusia! Tidak ada persiapan (paling baik) sebagaimana halnya susunan peraturan (perencanaan), tidak ada sifat Wara’ seperti mencegah gangguan, tidak ada derajad yang lebih tinggi daripada Sopan santun, tidak ada Syafa’at sebagaimana Taubat, tidak ada Ibadah sebagaimana Ilmu, tidak ada Shalat sebagaimana (disertai rasa) Takut (Khauf), tidak ada kebahagiaan sebagaimana Taufiq dan tidak ada perhiasan paling baik sebagaimana Akal.

“Hai anak Adam! Kosongkanlah dirimu guna ber-Ibadah kepadaKu niscaya hatimu akan AKU penuhi kekayaan, rumahmu AKU isi rezeki, dan badanmu AKU istirahatkan serta Aku penuhi dengan Kesehatan. Janganlah kamu lalai dari menyebut namaKu (berdzikir) ,sebab bila demikian, niscaya hatimu Aku penuhi dengan hidup serba kekurangan, badanmu Aku letih-payahkan dan dadamu Aku beri kesusahan-kedukaan, serta badanmu akan Aku beri penyakit, kelelahan.

“Hai anak Adam! Ketahuilah bahwa barang halal itu datang kepadamu secara setetes demi setetes, sedangkan barang haram mendatangimu bagaikan air bah. Siapa yang kehidupannya jernih, maka jernih pulalah agamanya.

“Hai anak Adam! Janganlah kamu gembira dengan kekayaan duniawi karena bukankah kamu tidak kekal? Bersabarlah dalam ber-Tha’at kepada Allah, sesungguhnya ALLah SWT akan menolongmu atas segala kesempitan. Jangan engkau gelisah sebab mengalami kefakiran, karena hal itu bukankah sudah ditentukan untukmu? Janganlah berputus asa dari Rahmat Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Tinggalkanlah perbuatan dosa, karena hal itu adalah bekal bagi orang-orang berbuat dosa untuk ke neraka. Janganlah mabuk kesenangan pada kekayaan!. Memang orang kaya itu terhormat di dunia, namun di akhirat ia amat terhina. Memang orang fakir miskin di dunia amat terhina, namun di akhirat ia terhormat. Sesungguhnya kemuliaan akhirat itu lebih agung dan lebih kekal.

“Hai anak Adam! Rezeki, adalah Rezeki-KU, Puji, syukur hanya untuk diriKU, sedangkan manfa’atnya kembali kepadamu. Mengapa kamu tidak mau bersyukur kepada-KU atas segala ni’mat yang AKU berikan padamu?

“Hai anak Adam! Sampai kapan kamu mengumpulkan harta dunia, padahal ia bakal Fana’. Dan kamu hancurkan akhirat, padahal ia adalah Kekal.

“Hai anak Adam! Andaikan seluruh penghuni langit, bumi sama-sama meminta ampun kepada-KU untuk kesalahan-kesalahanmu, tentunya layak kalaulah kamu menangis atas semua dosa-dosamu; Karena kamu tidak tahu bahwa dalam keadaan bagaimana kamu nanti menemui AKU?

“Barang siapa sudi menerima bagian yang telah AKU berikan untuknya (Qonaah & bersyukur) maka, Rezekinya AKU beri ke “Berkahan” dan harta benda duniawi-pun memaksa diri untuk mendatanginya walaupun ia tidak menginginkannya.

“Hai anak Adam! Luangkan waktu guna mengingat, berDzikir kepada-KU, niscaya AKU menyebutmu di hadapan malaikat-malaikat-KU.

“Hai anak Adam! Berbekallah (untuk akhiratmu), sebagaimana bekalnya musafir yang cemas, takut kehabisan bekal. Dan Murnikanlah amal perbuatanmu dari ”Riya’”(beramal agar dipuji, disanjung orang).

“Barang siapa berbuat dosa maksiyat dalam keadaan tertawa, niscaya AKU akan memasukkannya ke neraka dalam keadaan menangis. Barang siapa yang duduk bersimpuh sambil menangis karena takut dan gentar kepadaKU niscaya AKU akan memasukkannya ke Syorga dalam keadaan tertawa.

“Hai anak Adam! Dari tanah AKU menciptakan kamu, ke tanah lagi AKU kembalikan dirimu dan dari tanah pula AKU membangkitkan kamu. Tinggalkan keduniawian, bersiaplah untuk mati. Ketahuilah!, bahwa jika AKU telah cinta, ridla pada hamba-KU, maka aku jauhkan dia dari Duniawi, AKU permudah dunianya untuk kepentingan akhiratnya dan AKU perlihatkan ke aibab-keaiban Duniawi padanya sehingga ia waspada terhadapnya lalu ia mengerjakan kebajikan ahli syorga kemudian AKU masukkan dia ke syorga dengan rahmat-KU. Namun jika AKU telah murka pada seorang hamba, maka AKU sibukkan dirinya dengan duniawi, tidak sempat ber”Tha’at” kepada-KU, Aku biarkan dia dengan kesibukan dunianya, sehingga jadilah perbuatannya termasuk golongan penghuni neraka , maka AKU pun memasukkannya ke Neraka.

“Hai anak Adam! Siapa yang sadar bahwa akhir perjalanannya adalah menuju kematian, bagaimana ia akan suka cita dengan Dunia, dan siapa yang (menyadari) rumahnya kelak ada di liang Kubur bagaimana mungkin ia akan senang dengan bangunan rumahnya yang ada didunia?

“Hai anak Adam! Silahkan Tha’atilah AKU sekedar kebutuhan kalian kepadaKU, sebenarnya kesabaran kalian atas (siksa) neraka cuma sedikit. Berpakaianlah di dunia sekedar kalian bertempat tinggal dialam kubur karena kubur itulah tempat tinggalnya amal perbuatan kalian.

“Hai anak Adam! Sabarlah, rendahkan dirimu, niscaya AKU akan mengangkat derajatmu. Bersyukurlah kepada-KU tentu akan AKU tambah ni’matKU untukmu. Mohon ampunlah kepada-KU, niscaya (dosamu) AKU ampuni. Hubungilah tali persaudaraan (rahmi) sanak familimu, niscaya AKU tambah tempo masa hidupmu. Mintalah sehat wal’afiat kepadaKU dengan senatiasa berdiam (tafakkur-dzikir). Ketahuilah!.. Bahwa keselamatan itu adanya dalam kesendirian (uzlah). Ikhlas ada didalam sifat Wara’, Zuhud (berpaling dari duniawi untuk kenikmatan akhirat-pen) adanya didalam Taubat, Ibadah ada dalam Ilmu dan Kekayaan ada didalam Qana’ah (ridla dengan pemberian-Nya).

“Hai anak Adam! Berapa banyak orang yang AKU beri ni’mat namun akibatnya menjerumuskan dirinya ke neraka, karena dipergunakan untuk ma’siyat pada-KU. Berapa banyak orang yang ucapannya baik sedang ia berbuat aniaya atas diri sendiri. Berapa banyak orang membuka aib, berbuat ma’siyat dengan terang-terangan namun AKU masih menutupinya. Berapa banyak orang yang tertipu dengan tubuhnya yang sehat terus menerus padahal ia senantiasa berbuat dosa. : Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa kelak akan diberi pembalasan (pada hari Qiamat) di sebabkan apa yang telah mereka kerjakan”.(Sesuai QS. al-An’am:120)

“Hai anak Adam! Tidak akan memasuki syorga-KU kecuali orang-orang yang tunduk dengan Keagungan-KU dan hari-harinya ia lalui untuk Mengingat, ber Dzikir kepada-KU, serta yang dapat mencegah dirinya dari hawa nafsu semata-mata hanya karena AKU.

“Hai anak Adam! Jika kamu menginginkan Rahmat-KU hendaknya kamu senantiasa “Tha’at” kepada-KU, dan jika kamu takut akan siksa-KU, waspadalah dari berbuat “Ma’siyat” kepada-KU.

“Hai anak Adam, AKU tidak menciptakan neraka-neraka itu kecuali untuk siapa-siapa yang durhaka terhadap kedua orang tuanya. Orang yang meninggalkan shalat fardlu, Orang yang kikir, pengadu domba, orang yang ingin senantiasa disanjung orang lain, orang yang mencegah dari kewajiban menunaikan zakat harta bendanya, dan orang yang berzina, para pemakan riba, peminum minuman keras, buruh yang khianat, yang meratapi orang mati, penumpuk-numpuk harta benda haram, yang melupakan Al-Qur’an, yang cenderung kepada kebathilan, dan pengganggu para tetangga. Kecuali, siapa yang mau bertobat, beriman, serta mengerjakan amal shalih; maka mereka itu kejahatannya diganti ALLAH dengan kebajikan dan adalah ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(3) Maka dari itu berhati-hatilah dan jagalah diri kalian. (3) Sesuai dengan QS al-Furqaan:70)

“Hai anak Adam! Jika “para penguasa” akan masuk neraka karena sombong, suka memaksakan kehendak kepada makhluk-KU, sedangkan “orang-orang awam” dikarenakan ber-ma’shiyat padaKu, “orang-orang Alim (ulama)” karena Iri & dengki, “para fakir” karena lalai, para “Pedagang” karena Khianat (curang), “para Tukang” karena memalsu-menipu, dan orang-orang “Ahli Ibadah” karena ingin disanjung,” orang-orang Kaya” karena merasa pongah serta enggan mengeluarkan zakat dan orang-orang “miskin” karena berbohong. Maka …,Siapa lagi yang akan mencari Syorga-(KU)?.

“Allah telah menurunkan wahyu kepada Nabi Dawud A.S.: “Sesungguhnya orang yang sangat AKU kasih kepadanya ialah yang beribadat bukan karena upah pemberian, tetapi semata-mata karena AKU “berhak” untuk disembah”. Dan siapakah yang lebih kejam dari orang yang menyembah-Ku semata-mata karena inginkan sorga atau takutkan neraka.. apakah andaikan AKU tidak menciptakan sorga dan neraka, AKU tidak berhak untuk disembah?!

“Hai anak Adam! Lidahmu bagaikan singa, jika kamu lepas semaumu ia akan memakan, membinasakan kamu.

“Sesungguhnya AKU adalah ALLAH, Tuhan yang siapa saja tiada yang serupa dengan-KU, tidak ada yang membandingi AKU, tidak ada kekuasaan bagi siapapun yang seperti kekuasaan-KU, barang siapa di malam harinya senantiasa ia lewati dalam keadaan bersembahyang, maka ia terpandang disisi-KU, dan derajat apapun yang ia minta pasti AKU beri.

“Siapa yang menundukkan pandangannya dari larangan, apa yang AKU cegah, maka ia AKU amankan dari panasnya Api Neraka-KU. AKU lah TUHAN, kenalilah AKU. AKU Maha Pemberi Ni’mat, bersyukurlah kepada-KU. AKU Maha Pelindung, mintalah perlindungan kepada-KU. AKU Maha Penolong, mintalah pertolongan kepada-KU. AKU lah yang harus dituju, menujulah (kalian) kepada-KU. AKUlah yang harus disembah, maka sembahlah AKU. AKU Maha Tahu dengan segala Rahasia, maka waspadalah kepada-KU.

Label: