Minggu, 22 Maret 2015

lila liku kehidupan

apakah akan seperti ini terus?
berawal di lahirkan dari titik yang sunyi,
dan sampai sekarang juga masih sunyi.
tak pernah mengambil keputusan,
takut dengan bayangan harapan yang tak sesuai kenyataan.
seindah apapun hidup di dunia mimpi
tetap saja akhirnya bangun juga
dan sepahit hidup di dunia nyata.
setidaknya bisa di perbaiki
sebab hidup seindah apapun mulanya juga tak ada
dan tak ada bayi lelaki lahir langsung dewasa
jenggotnya menjuntai
dan inginnya segera mendapat pasangan istri.

Label:

membakar hati membakar hidup

membakar hati membakar hidup, sesungguhnya tak ada yang terbakar kecuali diri sendiri, dan tak ada yang menjadi debu kecuali diri kita sendiri,

kadang untuk berubah atau merubah diri menjadi yang lebih baik sangat sulit tarikan dosa dan kesalahan lebih dominan di dunia ini, bahakan kadang kita akan menjadi baik, dinding dan tembok penghalang silih berganti datang, giliran akan berbuat dosa dan kesalahan seakan pintu pintu kesempatan terbuka.

teman, saudara, lingkungan mendukung kalau kita berbuat dosa, tapi kadang mau berbuat baik dan benar, teman mencemooh, lingkungan mengucilkan, dan waktu dan kesempatan seperti tak ada. juga banyak orang yang zaman sekarang kadang lahiriahnya mengajak baik tapi dalamannya menipu dan menyesatkan.

sudah jatuh, luka luka, tersayat, terpukul, terinjak, ketendang, kebanting, seakan segalanya tak berpihak, diripun jadi prustasi, ah mending mati, di kirw mati masalh selesai sudah, padahal di sana di siksa sampai hari kiamat.

misalkan ROSULULLLOH SAW sendiri mendatangimu, jika hatimu tertutup, kamu hanya jadi barisannya abu jahal, di giring giring bersama ke neraka, jadi barisannya namrud, fir'aun, iblis, jika kamu tak segera menyadari, makin banyaj dosa yang di perbuat sebenarnya itu makin banyak dinding menggencetmu ke dalam kesulitan, dan nanti akan menjadikan orang yang akan menolongmu makin susah karena harus membongkar dinding demi dinding, baru mengelurkanmu dari kuburan dosa dan kesalahan. jangan tambahi dinding lagi, seharusnya terpikir, saya harus jadi benar, harus, yang salah harus di tinggalkan, harus..

Label: